Sabtu, 06 Februari 2010

Cinta Andra

"Novel Inspirasi"

Pagi ini dingin sekali dan terasa berat untuk membuka mata, bangun dari tempat tidur dan pergi kuliah. Hari ini diandra harus pergi pagi-pagi karena harus bertemu dengan dosen untuk bimbingan skripsinya.
"ndra....ayo bangun!ini sudah jam 5, katanya mw katemu dosenmu?"
"Iya ma, aku bangun...." tapi justru menarik selimut.

"Ma aku berangkat ya!" sambil mulai melangkahkan kakinya keluar rumah.
"Iya, hati-hati ya nak!" Jawab ibunya yang sebenarnya agak khawatir tentang anaknya yang belum selesai skripsinya, ditengah teman-teman lainnya sudah lulus.

Pagi ini dosennya, masih saja melakukan revisi-revisi setelah berpuluh-puluh kali, sampai-sampai rasanya sudah bosan apalagi yang harus direvisi padahal dibaca secara seksama pun tidak. Hal itu pun yang dirasakan oleh seorang Cinta Diandra saat ini. Untuk menghilangkan rasa kecewanya hari ini, andra begitu dia akrab disapa, dia pergi ke toko buku untuk membeli sebuah novel yang dia inginkan sudah dari 3 bulan yang lalu, namun baru sempat hari ini dia membelinya.

....................................................................................
"Hai mamaku yang cantik, anakmu pulang!"
"hai ndra, gimana hari ini nak?" ibunya mulai menanyakan skripsinya yang tentunya agak sedikit membuat andra malas untuk menjawabnya. tapi dia mencobanya.
"mmmmm...belum ma. sabar aja ya ma!" sambil mengambil langkah untuk langsung pergi ke kamarnya, membaca novel barunya.

Halaman demi halaman mulai dibacanya dan andra pun terhanyut dalam cerita dalam novel itu...Andra mulai mengingat sosok seseorang yang dia tahu dia pernah menyimpan rasa itu. Pikirannya mulai kembali pada kisah hidupnya sekitar 7 tahun yang lalu.

"Hei yan, kita latihan yuk buat lomba nyanyi lagu daerah buat karang taruna per RT dalam rangka 17 agustusan nih!" Nando sangat antusias memberitahu teman-temannya, secara dia adalah ketua karang taruna di RT Andra.
"wah..kapan-kapan?" Yanu juga antusias ternyata. "Ajakin anak-anak yang lain yuk biar banyakan!" kalo perlu se RT juga gx papa deh!"

"2 bulan lagi lah!Sip sekarang kita samperin aja yuk ke rumah mereka, gimana?"
"Ok!"
Nando dan Yanu mulai mengumpulkan teman mereka, kira-kira yang terkumpul adalah 10 orang, 5 cewek dan 5 cowok. Mereka pun mulai membagi tugas Yanu memainkan bongo dan Aray memainkan gitar. Andra tentu sebagai penyanyinya bersama yang lainnya karena dia tidak bisa memainkan alat musik dan sebenarnya suaranya pun tidak bagus, hanya bermodalkan ingin tampil dan keberanian. Menurut andra itulah yang penting.

Latihan dilaksanakan setiap hari sabtu dan minggu. Mereka semangat sekali untuk latihan, karena selain meraih gelar juara tingkat RW di perumahan, mereka juga bisa ngumpul-ngumpul.

"Lu hasil UANnya berapa kemaren?"
Andra celingak-celinguk, mencari tahu apa ada yang berbicara dengannya saat itu. Di sebelahnya ada Aray yang sedang memainkan gitarnya pelan.
"lu ngomong sama gue, ray!"
"Iya!" jawabnya dingin.
"oooh...gw 29 koma berapa gitu lupa, lo?"
Ketika andra, Aray justru pergi meninggalkannya tanpa menjawab apa-apa. Setidaknya itulah kenangan Andra tentang Aray, "Nggak Jelas".

Aray bukan anak yang gampang untuk akrab, dia memang anak yang tidak banyak bicara, kecuali pada teman-teman akrabnya.

"Baik, teman-teman besok kita latihan ya! di rumah Yanu jam 7. Jangan pada telat ya biar nggak kemaleman!" Ujar Nando dengan semangat.

tok...tok...tok...!!!
"ndra, ayo makan dulu nak! udah jam 7 nih!"
"Ya ampun, iya ma, iya!" sambil membuka pintu kamarnya dan menuju meja makan. Tiba-tiba dari arah lantai dua terdengar suara langkah kaki yang serba cepat menuju ke bawah dan itulah adiknya Anton. Andra langsung mengambil langkah seribu juga.

"yeee...kakak duluan!" Bangga menjadi juara 1 yang duduk di meja makan karena siapa yang telat akan mendapat giliran untuk mencuci piring.

"akh, awas ya k! besok pasti ade yang menang!" dengan wajah yang kesal karena kalah cepat dan terlebih harus cuci piring.

"Kamu ngapain sih ndra kok lama benar di kamar!" Tanya ibu penasaran.
"Nggak ma lagi baca novel baru tadi baru beli!" dengan suara yang agak tidak jelas karena makanan yang dikunyahnya.


.....................................................................................

Kali ini andra memilih teras depan rumahnya menjadi sasaran tempat untuk membaca novel inspirasinya. Kembali halaman-halaman mulai dibacanya dia kembali teringat akan kisah tentang aray dan kelompok penyanyi lagu karang tarunanya yang sekarang entah dimana mereka. Ada yang sudah bekerja, kuliah diluar kota, mungkin juga kalau sudah ada yang menikah.

Andra berjalan sendirian ke rumah Yanu untuk latihan hari ini. Tiba-tiba dari arah belakang ada aray, yanu, dan Nando yang sedang mengendarai motor mereka, sepertinya mereka habis melakukan perjalanan yang cukup jauh, tapi hanya mereka yang tahu.

Setelah tiba dirumah Yanu, hanya andra cewek satu-satunya yang paling rajin datang sedang yang lain entah pergi kemana. Nando dan Aray pulang dulu untuk mandi dan sebagainya. Andra menunggu sendirian di teras depan rumah Yanu. Tiba-tiba ada derap langkah dari arah dalam rumah.

"ndra, nih lu minum dulu. Gue mandi dulu ya. kalo ada yang lain suruh pada masuk aja!"
"iya yan."
Andra mulai bt, kenapa hari ini tidak ada yang datang, apa karena cuaca yang mau hujan atau entahlah.

Tiba-tiba Aray yang tadinya menaiki motor bebek kini berganti vespa dengan suara berisik datang.

"Yang lainnya mana?"
"nggak tahu, daritadi gue tunggu belum pada muncul batang hidungnya!"
"Yanu?"
"mandi katanya"

Ada sekitar setengah jam mereka berdua didepan teras rumah Yanu tanpa bicara setelah percakapan yang sepenggal itu. Andra yang diam karena mulai bete nggak ada yang datang, termasuk nando sang ketua karang taruna yang belum juga hadir, ditambah lagi Yanu yang nggak selesai-selesai mandinya. "Huh.." melepaskan kekesalannya pelan.

Sedang Aray, memang bukan orang yang cakap dalam memulai percakapan baru dan lebih baik memilih diam sambil tetap merasakan hadirnya andra disampingnya. Dalam hatinya andra cukup spesial, dia cewek yang jadi dirinya sendiri. Dan yang paling jadi dirinya sendiri. Dan andra lah yang membuat dia latihan hari ini walaupun sebenarnya dia sudah lelah dalam perjalanannya bersama yanu dan nando.